Menurut Litvia, Tujuan
dan fungsi dari komunikasi Lintas Budaya bersifat Kognitif dan afektif, yaitu
mempelajari keterampilan komunikasi yang membuat seseorang mampu menerima gaya
dan isi komunikasi itu sendiri.
Dalam segi fungsi dakwah
adalah ilmu yang mengkaji tentang mengajak umat manusia kepada jalan Allah yang
dibangun dan dikembangkan dengann metode ilmiah sehingga dapat berfungsi dalam
rangka memahami, memprediksi, menjelaskan, dam mengontrol berbagai fenomena dan
persoalan yang terkait dengan dakwah.
Tujuan Dakwah Komunikasi
Lintas Budaya :
Menjadikan islam lebih
fleksibel dan mudah diterima oleh semua lapisan masyarakat meskipun memiliki
pernedaan di antara satu sama lain. Dengan metode dakwah yang tidak menghapus
budaya atau tradisi lama menjadikan diterimanya ajaran Islam di tengah-tengah
masyarakat.
Fungsi Dakwah Komunikasi
Lintas Budaya :
- Mengajarkan dan
mengendalikan nilai-nilai ajaran Islam kepada budaya masyarakat.
- Menjalankan secara
sistematis fenomena yang berkembang berkaitan dengan proses dakwah.
- Menjadi perantara
dalam proses komunikasi antar budaya.
- Mengawasi praktik
komunikasi antar budaya yang antara komunikator dengan komunikan berbeda
budaya.
Kesimpulan :
Dakwah sebagai suatu variabel dan problematika kehidupan
sosial, maka keberadaan dakwah dalam suatu komunikasi dapat dilihat dari ssi dan
peran dalam mempengaruhi perubahan sosial tersebut. Dakwah dalam komunikasi
lintas budaya bertujuan dan berfungsi untuk dapat mencegah terjadinya konflik
keagamaan dalam masyarakat. Pesan dakwah yang menyampaikan nilai ketuhanan
sejatinya harus dipahami sebagai perwujudan nilai-nilai toleransi, persaudaraan
dan sebagai wujud dialog interval umat beragama serta sebagai upaya membangun
kesadaran demi terciptanya kerukunan antar umat beragama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar