Pengertian Dakwah
Jika ditilik dari segi bahasa (etimologi), maka dakwah dapat berarti memanggil, mengundang, mengajak, menyeru, mendorong ataupun memohon. Dalam ilmu tata bahasa Arab, kata dakwah merupakan bentuk mashdar dari kata kerja da’a, yad’u, da’watan, yang berarti memanggil, menyeru, atau mengajak. (Fathul Bahri An-Nabiry, Meniti Jalan Dakwah. Dengan mengetahui hakikat dakwah, maka dapat dirumuskan pengertian dakwah Islam yakni proses mengajak dan memengaruhi orang menuju jalan Allah yang dilakukan oleh umat Islam secara sistemik. Dari pengertian tersebut, jelas menunjukkan bahwa kegiatan dakwah membutuhkan pengorganisasian yang sistemik dan modern serta dapat dikembangkan melalui kajian epistemologinya baik menyangkut strategi, prinsip dasar, metode, standar keberhasilan, dan evaluasi pelaksanaannya.
Pengertian Multikultural
Secara sederhana dapat dikatakan sebagai pengakuan atas adanya pluralitas budaya. Multikultural yang menjadi paham multikulturalisme pada hakikatnya mengakui akan martabat manusia yang hidup di dalam komunitasnya dengan kebudayaannya masing-masing yang spesifik. Dengan demikian, setiap individu merasa dihargai dan sejalan dengan itu pula merasa bertanggung jawab untuk hidup bersama di dalam komunitasnya. Pengingkaran suatu masyarakat terhadap kebutuhan untuk diakui (needs for recognition) merupakan akar dari ketimpangan-ketimpangan dalam berbagai bidang kehidupan.
Pengertian Dakwah Multikultural
Dakwah multikultural merupakan upaya dalam menciptakan keharmonisan di tengah-tengah masyarakat yang beragam dan tetap mampu mengendalikan diri dan bertoleransi terhadap segala bentuk perbedaan yang tidak mungkin disamakan dalam berbagai aspeknya.
Ruang Lingkup Dakwah Multikultural
Ruang lingkup kajian Dakwah Multikultural yang juga merupakan bidang dari kajian ilmu dakwah antara lain sebagai berikut :
Pertama, mengkaji dasar-dasar tentang adanya interaksi simbolik da’í dengan mad’u yang berbedalatar belakang budaya yang dimilikinya dalam rentangan perjalanan dakwah para da’i, nabi dan Rasul termasuk nabi yang terakhir dan hukti kehadiran Islam di Indonesia adalah sebagai produk dari kegiatan Dakwah Multikultural.
Kedua, menelaah unsur-unsur dakwah dengan mempertimbangkan aspek budaya yang berhubungan dengan unsur da’i, pesan, dakwah, metode, media, mad’u dan dimensi ruang dan waktu yang mewadahi keberlangsungan interaksi antarberbagai unsur dalam keberlangsungan dakwah.
Ketiga, mengkaji tentang karakteristik manusia baik posisinya yang menjadi da’i maupun yang menjadi mad’u melalui kerangka metodologi dalam antropologi.
Keempat, mengkaji tentang upaya dakwah yang dilakukan oleh masing-masing etnik dan antaretnik, baik lokal-nasional, regional maupun internasional.
Kelima, mengkaji problem yang ditimbulkan oleh pertukaran antarbudaya dan upaya-upaya solusi yang dilakukan dalam rangka mempertahankan eksistensi jati diri budaya masing-masing.
Komunikasi Lintas Budaya
Komunikasi lintas budaya adalah proses dimana dialihkan ide atau gagasan suatu budaya yang satu kepada budaya yang lainnya dan sebaliknya, dan hal ini bisa antar dua kebudayaan yang terkait ataupun lebih, tujuannya untuk saling memengaruhi satu sama lainnya,baik itu untuk sebuah kebaikan kebudayaan maupun untuk menghancurkan suatu kebudayaan, atau bisa jadi tahap awal dari proses akulturasi (penggabungan dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan baru)". Berkenaan dengan komunikasi lintas budaya yang tepat, dengan mempelajari situasi di mana orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda saling berinteraksi. Selain bahasa, komunikasi lintas budaya berfokus pada atribut sosial, pola pikir, dan budaya dari kelompok-kelompok yang berbeda dari orang-orang. Hal ini juga melibatkan pemahaman budaya yang berbeda, bahasa, dan adat istiadat orang-orang dari negara-negara lain. Komunikasi lintas budaya berperan dalam ilmu-ilmu sosial seperti antropologi, studi budaya, linguistik, psikologi dan ilmu komunikasi. Komunikasi lintas budaya ini juga disebut sebagai dasar untuk bisnis internasional. Ada beberapa penyedia layanan dari lintas-budaya yang dapat membantu pengembangan keterampilan komunikasi lintas budaya itu sendiri. Penelitian ini merupakan bagian utama dari perkembangan ketrampilan dari komunikasi lintas budaya.
Daftar Pustaka
Acep, Aripudin, Dakwah Antarbudaya, h.25
Wikipedia