Minggu, 21 Maret 2021

Definisi & Ruang Lingkup Dakwah Multikultural serta Komunikasi Lintas Budaya

Pengertian Dakwah

Jika ditilik dari segi bahasa (etimologi), maka dakwah dapat berarti memanggil, mengundang, mengajak, menyeru, mendorong ataupun memohon. Dalam ilmu tata bahasa Arab, kata dakwah merupakan bentuk mashdar dari kata kerja da’a, yad’u, da’watan, yang berarti memanggil, menyeru, atau mengajak. (Fathul Bahri An-Nabiry, Meniti Jalan DakwahDengan mengetahui hakikat dakwah, maka dapat dirumuskan pengertian dakwah Islam yakni proses mengajak dan memengaruhi orang menuju jalan Allah yang dilakukan oleh umat Islam secara sistemik. Dari pengertian tersebut, jelas menunjukkan bahwa kegiatan dakwah membutuhkan pengorganisasian yang sistemik dan modern serta dapat dikembangkan melalui kajian epistemologinya baik menyangkut strategi, prinsip dasar, metode, standar keberhasilan, dan evaluasi pelaksanaannya.

Pengertian Multikultural

Secara sederhana dapat dikatakan sebagai pengakuan atas adanya pluralitas budaya. Multikultural yang menjadi paham multikulturalisme pada hakikatnya mengakui akan martabat manusia yang hidup di dalam komunitasnya dengan kebudayaannya masing-masing yang spesifik. Dengan demikian, setiap individu merasa dihargai dan sejalan dengan itu pula merasa bertanggung jawab untuk hidup bersama di dalam komunitasnya. Pengingkaran suatu masyarakat terhadap kebutuhan untuk diakui (needs for recognition) merupakan akar dari ketimpangan-ketimpangan dalam berbagai bidang kehidupan.

Pengertian Dakwah Multikultural

Dakwah multikultural merupakan upaya dalam menciptakan keharmonisan di tengah-tengah masyarakat yang beragam dan tetap mampu mengendalikan diri dan bertoleransi terhadap segala bentuk perbedaan yang tidak mungkin disamakan dalam berbagai aspeknya. 

Ruang Lingkup Dakwah Multikultural  

Ruang lingkup kajian Dakwah Multikultural yang juga  merupakan bidang dari kajian ilmu dakwah antara lain sebagai berikut :  

Pertama, mengkaji dasar-dasar tentang adanya interaksi  simbolik da’í dengan mad’u yang berbedalatar belakang budaya yang  dimilikinya dalam rentangan perjalanan dakwah para da’i, nabi dan Rasul  termasuk nabi yang terakhir dan hukti kehadiran Islam di Indonesia  adalah sebagai produk dari kegiatan Dakwah Multikultural.  

Kedua, menelaah unsur-unsur dakwah dengan  mempertimbangkan aspek budaya yang berhubungan dengan unsur da’i,  pesan, dakwah, metode, media, mad’u dan dimensi ruang dan waktu yang  mewadahi keberlangsungan interaksi antarberbagai unsur dalam  keberlangsungan dakwah.  

Ketiga, mengkaji tentang karakteristik manusia baik posisinya  yang menjadi da’i  maupun yang menjadi mad’u melalui kerangka  metodologi dalam antropologi.  

Keempat, mengkaji tentang upaya dakwah yang dilakukan oleh  masing-masing etnik dan antaretnik, baik lokal-nasional, regional maupun  internasional.  

Kelima, mengkaji problem yang ditimbulkan oleh pertukaran antarbudaya dan upaya-upaya solusi yang dilakukan dalam rangka mempertahankan eksistensi jati diri budaya masing-masing.

Komunikasi Lintas Budaya  

Komunikasi lintas budaya adalah proses dimana dialihkan ide atau gagasan suatu budaya yang satu kepada budaya yang lainnya dan sebaliknya, dan hal ini bisa antar dua kebudayaan yang terkait ataupun lebih, tujuannya untuk saling memengaruhi satu sama lainnya,baik itu untuk sebuah kebaikan kebudayaan maupun untuk menghancurkan suatu kebudayaan, atau bisa jadi tahap awal dari proses akulturasi (penggabungan dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan baru)".  Berkenaan dengan komunikasi lintas budaya yang tepat, dengan mempelajari situasi di mana orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda saling berinteraksi. Selain bahasa, komunikasi lintas budaya berfokus pada atribut sosial, pola pikir, dan budaya dari kelompok-kelompok yang berbeda dari orang-orang. Hal ini juga melibatkan pemahaman budaya yang berbeda, bahasa, dan adat istiadat orang-orang dari negara-negara lain. Komunikasi lintas budaya berperan dalam ilmu-ilmu sosial seperti antropologi, studi budaya, linguistik, psikologi dan ilmu komunikasi. Komunikasi lintas budaya ini juga disebut sebagai dasar untuk bisnis internasional. Ada beberapa penyedia layanan dari lintas-budaya yang dapat membantu pengembangan keterampilan komunikasi lintas budaya itu sendiri. Penelitian ini merupakan bagian utama dari perkembangan ketrampilan dari komunikasi lintas budaya.

Daftar Pustaka

Acep, Aripudin, Dakwah Antarbudaya, h.25

Wikipedia

Sabtu, 20 Maret 2021

Basis & Pendekatan Dakwah Multikultural

Basis Dakwah Multikultural

Basis dakwah multikultural sebenarnya terdapat dalam kitab suci AlQur’an itu sendiri yang menegaskan bahwa fakta multikultural umat manusia yang beragam dan berbeda satu sama lain merupakan kehendak sekaligus sunatullah bagi kehidupan umat manusia sepanjang sejarah. Dengan kesadaran tentang adanya keragaman dan perbedaan itu, umat manusia dituntut untuk berlomba-lomba dalam kebajikan, sehingga akan terjadi kreativitas dan peningkatan kualitas kehidupan umat manusia dalam berbagai aspeknya demi kemaslahatan hidup bersama.

 

Pendekatan Dakwah Multikultural

Dakwah dengan pendekatan multikulturalisme adalah sebuah pemikiran dakwah yang concern pada penyampaian pesan-pesan Islam dalam konteks masyarakat plural dengan cara berdialog untuk mencari titik temu atau kesepakatan terhadap hal-hal yang mungkin disepakati, dan berbagai tempat untuk hal-hal yang tidak dapat disepakati. Pendekatan multikulturalisme mencoba melihat yang banyak itu sebagai keunikan tersendiri dan tidak seharusnya dipaksa untuk disatukan, tetapi tetap berjalan harmonis dalam keragaman. Intinya, pendekatan multikulturalisme dalam dakwah berusaha untuk mencapai dua hal, yaitu titik temu dalam keragaman, dan toleransi dalam perbedaan. Dakwah dengan pendekatan multikulturalisme adalah sebuah pemikiran dakwah yang concern pada penyampaian pesan-pesan Islam dalam konteks masyarakat plural dengan cara berdialog untuk mencari titik temu atau kesepakatan terhadap halhal yang mungkin disepakati, dan berbagai tempat untuk hal hal yang tidak dapat disepakati.

Pendekatan pendekatan dakwah multikultural mencakup lima spek yakni menekankan agar target dakwah lebih diarahkan pada pemberdayaan kualitas umat dalam ranah internal dan kerja sama serta dialog antar-agama dan budaya dalam ranah eksternal, menggagas ide tentang kesetaraan hak-hak warga negara (civil right), termasuk hak-hak kelompok minoritas, lebih mengutamakan pendekatan kultural ketimbang harakah (salafi jihady), menggagas ide dialog antar-budaya dan keyakinan (interculture-faith understanding), serta menyegarkan kembali pehamaman doktrindoktrin Islam klasik, dengan cara melakukan reinterpretasi dan rekonstruksi paham Islam, sesuai dengan perkembangan masyarakat global-multikultural.

 

Daftar Pustaka

12 A. Ilyas Ismail dan Prio Hotman, Filsafat Dakwah: Rekayasa Membangun Agama dan Peradaban Islam (Jakarta: Kencana, 2011), p. 262-4.

Abdul Basit, Filsafat Dakwah (Jakarta: Rajawali Pers, 2013), pp. 45-6. Jakarta: Amzah, 2008), p. 17.

Tilaar, Kaleidoskop Pendidikan Nasional (Jakarta: Kompas, 2012), pp. 919-20.


 

 

Kolah Watu, Wisata Kekinian Di Tengah Kota

  Wonosobo – Kolah Watu merupakan tempat rekreasi baru dan hits di Wonosobo, Jawa Tengah. Kolah Watu tepatnya berlokasi di Perumahan Asli Pe...