Rabu, 10 November 2021

Kolah Watu, Wisata Kekinian Di Tengah Kota

 



Wonosobo – Kolah Watu merupakan tempat rekreasi baru dan hits di Wonosobo, Jawa Tengah. Kolah Watu tepatnya berlokasi di Perumahan Asli Permai yang tidak jauh dari pusat kota, kita hanya perlu waktu 5 menit untuk sampai di Kolah Watu. Nama Kolah Watu diambil dari bahasa Jawa yang berarti kolam batu. Tempat rekreasi ini tergolong masih baru karena dibuka secara resmi oleh camat Wonosobo pada hari Minggu, 7 November 2021. Kolah watu ini merupakan tempat rekreasi berupa kolam dan kemah/camp ala-ala kekinian dan disana kita menikmati grill / panggangan yang kita masak sendiri.

Kolah Watu merupakan tempat rekreasi yang pas untuk keluarga, teman hingga pasangan yang ingin menikmati suasana kemah/camp yang kekinian disambi dengan memanggang daging dan juga bisa berenang untuk menghilangkan stress. Tempat ini juga sangat cocok untuk foto-foto dan instagramable untuk di upload di sosial media. “Kolah Watu memanglah beda dari yang lain karena berada di tepi jurang, selain instagramable namun juga murah dan pastinya kenyang saat pulang” tutur Panggah, pendiri Kolah Watu.

Kolah Watu buka setiap hari dari pukul 10.00 – 23.00. Tiket untuk masuk ke Kolah Watu bermacam-macam tergantung paket yang kita minta, umumnya Rp35.000,- untuk satu orang (1 alat dan 1 porsi bahan untuk grill). Ada juga paket untuk tiga orang yaitu Rp100.000,-  (1 alat dan 3 porsi bahan grill). Paket grill ini sudah menjadi tiket untuk masuk ke Kolah Watu, jadi apabila kita ingin masuk ke Kolah Watu maka kita harus membeli paket grill yang ada disana.

Kolah Watu ini memiliki dua kolah/kolam. Satu di antaranya untuk berenang dan satunya lagi berupa kolam yang bisa kita sebrangi menggunakan perahu kecil atau orang jawa biasa menyebut “gethek”. Apabila kita datang pada malam hari, kita akan disuguhi oleh live musik yang dibawakan oleh grup musik kroncong sehingga suasana ngegrill akan lebih asyik dan hangat. Selain itu kita juga akan menikmati indahnya lampu-lampu yang menghiasi Kolah Watu tersebut. “Tempat ini sangat menarik dan membuat saya kagum karena baru kali ini saya menemukan tempat rekreasi yang kekinian namun murah harganya” ujar Ilham, pengunjung Kolah Watu.

Sebelum Kolah Watu dibuka secara resmi, tempat ini sudah banyak dikunjungi dan selalu ramai setiap harinya. Tidak hanya pengunjung dalam daerah Wonosobo, namun juga dari daerah lain yang berkunjung seperti Banjarnegara, Temanggung hingga Magelang. Para pengunjung akan lebih banyak datang pada akhir pekan atau hari libur. Kebanyakan dari mereka akan datang pada malam hari karena suasana di dalam Kolah Watu yang indah dan hangat untuk dipandang. (Fikri)  

Rabu, 03 November 2021

Rumitnya Liputan di Istana


JKPI – Istana Negara merupakan pusat kegiatan pemerintahan negara khusunya orang nomor satu di Indonesia yaitu presiden, istana juga menjadi tempat penyelenggaraan acara-acara yang bersifat kenegaraan. Karena tempat dan suasana yang berbeda dengan tempat liputan biasanya, Wartawan sekaligus Asisten Redaktur Kompas Bayu Putra menghimbau bahwa meliput berita khususnya di istana banyak sekali hal yang harus dilakukan. Semua yang dilakukan wartawan dalam meliput berbeda dengan tempat lain karena orientasinya adalah keamanan kepala negara. Seorang wartawan harus cepat dan tanggap dalam meliput dan wawancara presiden karena agenda presiden yang banyak dan kadang mendadak.
 
“Menjadi wartawan istana itu melihat bagaimana Presiden dan wakilnya bekerja, juga para pembantunya dalam mengambil kebijakan. Selain itu wartawan juga menjadi bagian dari representasi negara, khususnya saat presiden menerima tamu dari negara sahabat. Namun wartawan itu bukanlah humas dari presiden” tutur Bayu saat menjadi pembicara di Workshop Jurnalistik (Online) Proses Produksi dan Desain Media Cetak yang diadakan oleh KPI UINSA Surabaya, Kamis (28/10/2021) 

Di sisi lain, Bayu Putra juga membeberkan tantangan yang ada pada saat meliput di istana. Menurutnya tantangan liputan di istana adalah kerap mendapatkan narasumber tak terduga sehingga proses riset wawancara seringkali sangat singkat. Wartawan juga harus cepat memahami semua bidang yang menjadi urusan negara. Selain itu wartawan harus sabar menunggu dinamika yang berlangsung karena bisa singkat, bisa pula berjam-jam bahkan dari pagi hingga malam. “Fisik harus prima karena akan sering berlarian dan berdesakan” ucap Bayu. 

Karena rumitnya meliput di istana, Bayu memberikan sedikit tips untuk menjadi wartawan istana. Pertama, wartawan harus datang lebih pagi atau awal dari jadwal. Kedua, menentukan siapa yang akan diwawancarai sejak awal, khususnya bila ada agenda mendadak. Ketiga, gawai selalu aktif untuk riset dadakan dan pemberitahuan agenda mendadak. Dan yang terakhir adalah kerjasama antar wartawan, khususnya saat doorstop banyak narasumber sekaligus. (Fikri)

Kolah Watu, Wisata Kekinian Di Tengah Kota

  Wonosobo – Kolah Watu merupakan tempat rekreasi baru dan hits di Wonosobo, Jawa Tengah. Kolah Watu tepatnya berlokasi di Perumahan Asli Pe...